Waykanan – Pemerintah Kabupaten Waykanan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran PAUD dan Lomba Kreativitas Guru Bersama Pascola Tahun 2026 yang digelar di Aula Water Fall Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Senin (15/06/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Waykanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., selaku Bunda PAUD Kabupaten Waykanan.
Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Waykanan Dhelya Machiavelli, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan, Camat Baradatu, Bunda PAUD Kecamatan Baradatu, serta ratusan guru PAUD dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati Waykanan, Ayu Asalasiyah, mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menjalin kolaborasi dengan Pascola dalam menghadirkan pelatihan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Sinergi antara pemerintah dan dunia industri seperti ini yang dibutuhkan untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah,” ujarnya.
Bupati menjelaskan perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, para guru dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar.
Meski demikian, Bupati Waykanan, Ayu Asalasiyah, menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran pada jenjang PAUD bukan berarti menggantikan seluruh aktivitas belajar dengan perangkat digital.
Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan secara bijaksana sebagai alat bantu untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Digitalisasi pembelajaran adalah tentang bagaimana guru memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu untuk menciptakan metode belajar yang lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan. Teknologi harus mampu menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, dan karakter anak secara seimbang,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kreativitas guru dalam menghadirkan suasana belajar yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Karena itu, pelatihan digitalisasi yang dipadukan dengan Lomba Kreativitas Guru dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas, profesionalisme, serta inovasi para pendidik PAUD di Kabupaten Waykanan.
“Melalui pelatihan ini, para guru ditantang untuk naik kelas. Kita padukan kecanggihan digital dengan sentuhan kreativitas fisik. Aktivitas seni, kreativitas, dan pengembangan motorik anak tetap harus menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Waykanan berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengabaikan pendekatan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.







Komentar